Runtutan Perawatan Jenazah yang Biasa Dilakukan

perawatan jenazah

Sebagai sesama manusia, sudah sewajarnya kita saling tolong menolong dalam kebaikan dan bersosialisasi dengan masyarakat.

Sebagai mahkluk sosial, kita tidak bisa melakukan segala hal sendirinya, pasti ada saja hal yang memerlukan bantuan dari orang lain.

Salah satu hal yang penting dilakukan oleh sesama manusia adalah melakukan perawatan jenazah seseorang tetangga atau kerabat yang meninggal dunia.

Jenazah sendiri berasal dari bahasa arab yang terdiri dari dua kata yaitu (جن ذح) yang artinya mayat dan جن ذ yang artinya menutupi. Sehingga jika digabungkan, maka pengertian jenazah secara umum adalah tubuh mayat yang tertutup.

Didalam agama Islam sendiri, kita sebagai manusia wajib hukumnya untuk mengurusi jenazah sampai dimakamkan. Jika disuatu tempat tidak ada orang yang mau mengurusi jenazah seseorang yang telah meninggal, maka akan mendapatkan dosa.

Hal yang Perlu Dilakukan Kepada Orang yang Meninggal

Sebelum melakukan perawatan terhadap orang yang sudah meninggal, ada beberapa hal yang perlu kita lakukan, diantaranya adalah

  1. Memejamkan mata si mayit
  2. Menutup mulutnya
  3. Menyedekapkan tangannya
  4. Menyebutnya dengan panggilan yang baik
  5. Mendoakannya
  6. Memintakan ampun atas dosanya
  7. Menutupi badannya dengan kain
  8. Pihak keluarga membayarkan hutang si jenazah (apabila memiliki hutang)
  9. Boleh mengumumkan kematiannya di masjid

Setelah beberapa hal di atas telah selesai dilakukan, maka barulah masuk ke perawatan jenazah yang lebih mendalam.

Secara umum, perawatan jenazah dibagi menjadi beberapa bagian

1. Memandikan Jenazah

Adapun Hukum memandikan jenazah seroang muslim menurut para ulama yaitu fardhu kifayah. Maksudnya adalah wajib bagi setiap mukallaf yang ada di sekitaran jenazah tersebut. Akan tetapi, apabila jenazah telah dimandikan oleh sebagian orang, maka kewajiban ini dianggap gugur.

Memandikan jenazah seseorang tidak bis dilakukan sembarangan, ada aturan khusus dan cara yang perlu diperhatikan dengan baik. Untuk lebih dalam mempelajari tentang hal ini, silahkan baca artikel tentang tata cara memandikan jenazah.

2. Mengkafani Jenazah

Mengkafani jenazah artinya adalah menutupi atau membungkus jenazah menggunakan sesuatu yang dapat menutupi tubuhnya. Umumnya hal ini dilakukan menggunakan kain kafan berwarna putih dengan beberapa lembar sesuai dengan jenis kelamin dari jenazah itu sendiri.

Adapun hukum mengkafani jenazah adalah fardu kifayah, yang artinya wajib dilakukan bagi seluruh jenazah kaum muslimin kecuali orang yang dalam keadaan mati syahid.

Membungkus jenazah menggunakan kain kafan juga tidak bisa dilakukan sembarangan, ada cara yang perlu dipelajari agar proses mengkafani jenazah dapat dilakukan dengan baik dan benar.

Untuk lebih dalam mempelajari dan dapat memahami tentang proses ini, silahkan baca artikel tentang tata cara mengkafani jenazah.

3. Mensholati Jenazah

Setelah dua proses tadi dilakukan, maka hal selanjutnya yang perlu dilakukan adalah mensholati jenazah tersebut.

Tapi sholat jenazah tidaklah sama seperti sholat fardu, ada cara yang harus kita ketahui agar dapat dilakukan dengan baik dan benar. Untuk lebih dalam mengerti dan mempelajari hal ini, silahkan baca tentang tata cara sholat jenazah.

Setelah ketiga proses tersebut dilakukan, maka jenazah segera langsung dimakamkan.

Hikmah Dari Perawatan Jenazah

Ketika kita melakukan serangkanan proses perawatan jenazah di atas, ada beberapa hikmah yang dapat kita petik, diantaranya adalah.

1. Memperoleh pahala yang besar
2. Menunjukkan rasa keperdulian dan solidaritas antara sesama muslim
3. Membantu meringankan beban keluarga jenazah
4. Sebagai ungkatan belasungkawa atas musibah yang dihadapi
5. Mengingatkan dan menyadarkan diri kita bahwa setiap yang bernyawa pasti akan merasakan yang namanya mati, serta kita bisa mempersiapkan hal tersebut dengan baik.
6. Sebagai bukti bahwa manusia adalah makhluk sempurna yang mempunyai akal pikiran sehingga dapat menghormati jenazah orang yang sudah meninggal dan mengurusnya dengan baik dan benar sesuai dengan aturan dari Allah SWT dan Rasul nya.

Semoga dengan adanya pembahasan ini dapat menambah ilmu dan wawasan Anda. Mohon maaf apa bila ada salah dan khilaf yang terdapat di dalam artikel ini. Terima kasih sudah berkunjung.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.